Selepas mengantarkan anak-anak ke sekolah aku pergi ke rumah orang tuaku untuk bicara perihal masalah yang terjadi kemarin. Kutemui ayah dan ibuku dengan hati berdebar, melihat gesturku yang sedikit murung dan tidak bersemangat sepertinya Ayah dan Bunda langsung tahu kalau aku tengah bermasalah di rumahku. "Ayo duduk, makan dulu, Ibu tahu Kau pasti belum sarapan, kau sibuk mengurus keluarga dan anak-anakmu sampai kau terlihat pucat seperti itu." "Iya," jawabku lemah, aku mengikutinya ke meja makan tapi aku sama sekali tidak berselera untuk menyendokkan nasi ke dalam piringku. "Bunda, ayah, bolehkah saya bicara?" "Kenapa?" Saya jadi terlihat tegang dan segera meletakkan sendoknya ke atas meja makan begitu aku mengatakan hal ingin bicara. "Apa terjadi sesuatu padamu dan Widi?" "Iya,

