69

1209 Kata

Nafasku tersengal dari tangisanku tersendak pilu di hadapan lelaki yang baru saja menjatuhkan talak. Dengan entengnya dia menjatuhkan talak dengan kata yang diperhalus jadi; lebih baik mengeliminasi satu daripada merusak dua. Masya Allah, sungguh terpuji budi luhur suamiku ini. Sarkas yang menjijikkan. Aku menangis dengan air mata berurai dan Meski aku sudah menghalau tangisan dan suaraku dengan cara menutup tangan di wajah, tapi tetap saja tangisanku terisak-isak. Lelaki sombong bergelar dokter hebat itu, dia hanya berdiri, tercenung sendiri dengan kata-kata yang baru saja ia ucapkan. Setelah aku agak tenang dan merangkum kekuatanku, serta menyudahi tangisan yang terdengar memalukan itu. Aku segera menarik nafas panjang dan bicara padanya. "Baguslah kalau tinggalkan aku, karena sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN