"Assalamualaikum," ucapku diambang pintu, kedua orang tuaku yang sedang duduk di ruang tamu kelihatannya gelisah menunggu diri ini yang baru pulang menjelang pukul 05.00 sore. "Kok baru pulang jam segini apa yang terjadi di rumah sakit?" "Oh, maaf lupa mengabarkan ibu, tadi syifa ketemu teman lama, kabar baiknya saya ditawarkan bekerja jadi asisten pribadinya." "Laki-laki atau perempuan?" "Laki laki." "Bisa kah?" Ayah dan bunda saling menatap sementara aku hanya tersenyum. Aku bisa menangkap kekhawatiran di mana anak mereka yang sebentar lagi menjanda akan bekerja jadi asisten untuk seorang buat laki-laki. Aku mengerti mereka khawatir tentang harga diri dan kehormatan. "iyalah, bisa, lagi pula ini kan bekerja, dengan demikian saya bisa dapatkan uang untuk menabung dan menemui anak-a

