24

1023 Kata

Setelah percakapan denganku, lelaki itu masuk ke ruang kerja sambil membanting pintu, dia nampak pusing dan tegang sekali sementara aku tetap santai sambil makan camilan dan minum soda. Tak lama kemudian, mungkin karena ingat sesuatu, lelaki itu segera keluar lagi dan berdiri di hapadanku. "Kau santai di sini makan chips, sekarang bagaimana aku akan mengganti semua uang itu?" "Aku yakin wanita itu tidak memintamu untuk menggantinya, dia mengirimkan uangnya dengan suka rela." "Ya ampun... kalau aku menolak meresponnya, maka aku harus kembalikan uangnya sebagai bentuk rasa hormat...." "Terlambat untuk menolak, hubungan kalian sudah jauh," balasku sinis. Lelaki itu kembali mendengkus dengan resah lalu menjatuhkan bokongnya di kursi yang ada di dekatku. "Hhhh, aku aku harus bagaimana?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN