95

1246 Kata

Minggu setelahnya. "Entah dapat dari mana kontak dan tahu dari mana tentang diriku, tapi tiba-tiba mantan suamimu mengundangku ke acara pernikahannya." Tiba-tiba Adrian meneleponku di pagi buta. "Mungkin jaringan bisnis keluarga kalian yang terhubung dengan jaringan bisnis perusahaan Dinda. Jadi, kalian diundang sebagai koneksinya." "Iya, mungkin saja begitu." "Hadiri saja undangannya, jika kau diundang," ucapku pelan. "Apa kau mau pergi menyertaiku." "Untuk apa?" "Setidaknya, demi harga dirimu. Jika lelaki itu mampu memamerkan kebahagiaannya dengan wanita cantik yang kaya, kenapa kau tidak mampu memamerkan keberhasilanmu mendapatkan kekasih yang lebih kaya juga." "Ini bukan ajang pamer kekayaan, Mas." Untuk pertama kalinya sejak lama aku memanggilnya dengan kata 'Mas. Persahaba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN