Tok tok tok Suara ketukan di pintu ruang kerjanya, menyunggingkan senyuman pria berparas tampan bernama Wisman Rahardian. Wanita yang ditunggu akhirnya datang juga. "Masuklah, El!" Elleana membuka pintu ruang kerja sang atasan dengan hati berdebar-debar. Ketar-ketir jika atasannya yang beberapa waktu terakhir ini begitu menyebalkan menurutnya, akan kembali bersikap tidak wajar. Selalu saja berulah dan ada saja tingkah lakunya. "Ini kopi Anda, Pak," ucap Elleana sembari meletakkan cangkir kopi di atas meja kerja. Sedikit dijauhkan dari beberapa tumpukan file agar tidak tersenggol dan tumpah mengenai kertas-kertas penting itu. "Terima kasih, El." Wisman berucap disertai dengan senyuman lebar yang manisnya melebihi takaran. Sungguh, ini bukan Wisman banget. Atasannya ini terkenal dingin

