“Bagaimana ini Gina beli makanan mulu? Nggak bisa masukin apapun kesana.” Gina terdiam mendengar suara ibu mertuanya, melangkahkan kakinya kembali seakan tidak mendengar apapun dengan mengambil minuman. Tiga hari sudah berada di rumah mertuanya, berusaha membuat Putri tidak betah dan memang beberapa kali menangis atau rewel, bahkan tidak jarang Putri tidak tidur semalaman dan baru tidur menjelang pagi. “Kamu beli makanan lagi?” tanya Fierly menatap penuh selidik. Gina menganggukkan kepalanya “Aku lagi pengen makan itu sih, mas.” Fierly menghembuskan napas panjangnya mencoba sabar dan tidak terlihat sedang memanfaatkan wanita yang sudah menjadi istri dan memberikan keturunan. “Kamu tahu kalau ibu masak, memang kamu nggak kasihan sama ibu sudah susah-susah masak?” “Mas Fierly sendir

