“Apa ini kyai?” “Aku nggak tahu apa bisa membantu atau nggak, tapi aku hanya bisa memberikan saran selebihnya jangan meninggalkan ibadah.” Gina menghembuskan napas panjang mendengar semua yang dikatakan Kyai Umar, kedatangannya ke tempat ini secara tiba-tiba dan hanya bisa mengikutinya karena tahu jika sudah dipanggil pastinya akan ada sesuatu yang darurat. “Suami kamu kemana kemarin?” “Nggak tahu, kyai.” Gina menggelengkan kepalanya. Pertanyaan yang sama sekali tidak bisa dijawab, mereka memang tidak pernah terbuka dengan saling komunikasi. Satu perubahan yang dilihat Gina adalah Fierly tampak lebih bercahaya dibandingkan sebelumnya, tidak tahu apa yang baru dilakukan selama tidak bersama dengan dirinya. “Apa ada perubahan pada Fierly? Maksudnya apa yang kamu rasakan ketika bertemu

