“Kamu ngapain? Shalat? Shalat apa jam segini?” Gina tersenyum melihat Fierly yang bangun, memilih melanjutkan dzikirnya seakan tidak terganggu sama sekali dengan pertanyaan yang keluar dari bibirnya tadi. Mengikuti saran dari Kyai Umar adalah mendekatkan diri dengan Allah, dalam pikirannya adalah memperbaiki shalatnya dan salah satunya shalat malam ini. “Sejak kapan kamu shalat malam?” tanya Fierly lagi. Gina kembali tidak menjawab pertanyaan Fierly, fokus dengan apa yang sedang dilakukannya. Merasakan hawa berbeda di belakangnya dengan mencoba tidak peduli. Tidak tertarik atas apa yang dilakukan Fierly, tujuannya adalah menghilangkan semua hal negatif yang telah dilakukan suaminya ini. “Sayang, lama banget? Aku pengen ini tiba-tiba.” Fierly mengeluarkan suara memohonnya “Kamu nggak h

