Chapter 51

1545 Kata

Alian melangkahkan kakinya secepat mungkin menyusuri lorong-lorong itu. Perasaannya benar-benar kalut saat ini. Sedari tadi ia masih belum percaya dengan apa yang terjadi dan berharap semuanya benar-benar tak terjadi. Namun kehadirannya disini memperjelas bahwa semuanya sudah terjadi. "Sayang," panggil Alian saat istrinya terduduk sambil menunduk disamping pintu ruangan yang ia yakini ruangan tempat putranya berada sekarang. Ily langsung mendongakkan kepalanya dengan mata yang sudah sembab. Ily bangkit dari duduknya kemudian memeluk Alian dengan badan bergetar. "Daffa Al, Daffa. Aku takut," ucap Ily dalam isakannya. "Sekarang kamu tenang dulu, kita duduk dulu," Alian menuntun istrinya untuk duduk ditempat Ily tadi. "Sekarang kamu cerita sama aku, sebenarnya ini kenapa?" Ily mencoba me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN