Chapter 18

1916 Kata

“Mamaaaaaaa,” Ily memekik girang lalu langsung berlari memeluk ibunya saat tiba di bandara Soekarno-Hatta. Mamanya memeluk putrinya itu penuh rindu. “Apa kabar pa?” Tanya Alian setelah menyalami papa mertuanya itu. “Alhamdulillah baik Al. Liat tuh istri kamu. Ya gitu kalau lagi kangen sama mamanya,” Indra melirik istri dan putrinya yang saling berpelukan erat. Alian ikut menatap mereka sembari tersenyum kecil. “Dirumah aja ya kangen kangenannya” ucapan Indra membuat Ayu dan Ily tertawa kecil. Akhirnya merekapun memutuskan untuk pulang. Namun langkah mereka terhenti saat melihat beberapa wartawan. “Ma kok ada mereka?” Tanya Ily heran. “Duh mama lupa. Kamu tau gak, selama kamu pergi, infotaiment sibuk ngomongin kalian, apalagi liat postingan kamu di i********:,” jelas Ayu membuat Ily me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN