Alian memperlambat langkahnya saat matanya menangkap seseorang yang tengah duduk di ruang tunggu. Meskipun orang itu tengah menunduk dengan pandangan fokus pada ujung kakinya, namun Alian bisa menebak orang itu siapa. Kebetulan sekali ia juga ada disini, itu artinya Alian bisa segera menyelesaikan masalahnya dengan kedua orang itu dengan waktu yang bersamaan. Demi apapun Alian sangat ingin segera menyelesaikan masalah ini karena ia ingin hidup tenang bersama anak dan istrinya. “Gue pikir lo masih punya sedikit kebaikan dalam hidup lo, ternyata gue salah.” Aura menoleh cepat saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Tadinya Aura berniat untuk menunggu Tio agar bisa berbicara dengan sepupunya itu berhenti menggangu Alian, makanya ia ada di bandara saat ini. Aura cukup terkejut me

