Lebih Dari Marah

997 Kata

Bugh! Satu pukulan mendarat tepat di pipi Orion, membuat ketiganya menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung kedai es krim itu. Yena bahkan menjerit kaget melihat bagaimana suaminya diperlakukan. Orion sendiri masih dalam keterkejutannya melihat sosok sang adik yang tiba-tiba muncul, padahal masih jam sekolah. Namun, lelaki itu segera menguasai diri dan langsung menyeret adiknya keluar. Takut kalau pertengkaran mereka direkam lalu disebarluaskan, hingga akhirnya sampai ke telinga Nao. Yena meletakkan uang di atas meja, lalu beranjak menyusul suaminya. "Al, dengar dulu penjelasan Abang." "Apa?" Alfa yang tingginya kini hanya terpaut beberapa sentimeter saja, berdiri menantang. Ekor matanya menangkap kehadiran Yena. "Gara-gara cewek kayak gini Abang nyakitin Kak Nao?" Pemuda itu tersen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN