Hari yang ditunggu tiba. Pukul 05.00 tepat, rombongan berkumpul di apotek dengan bus yang sudah terparkir tak jauh dari sana. Satu per satu peserta mulai naik ke dalam bus, walau sesekali terdengar tawar menawar antara satu dan lainnya-yang sama-sama ingin duduk di depan. Alasannya karena takut mabuk perjalanan. Apalagi, dari Bandung ke Pangandaran tidak memakan waktu yang sebentar. Nyaris semua orang sudah masuk, apalagi kebanyakan sudah menentukan teman duduk. Di luar hanya menyisakan Orion, Alfa, Nao, Yena, Ruri, Jingga, dan Hilman. Nyaris semua kursi terisi penuh karena beberapa karyawan turut membawa keluarga. Orion meliarkan pandang mencari kursi kosong, dua di depan dan lima kursi di paling belakang. Tadinya, dua kursi paling depan memang dikhususkan untuk Orion dan Nao, terapi O

