"Kamu sedekat itu sama suami saya?" Yena tersentak saat Nao tiba-tiba mempertanyakan kedekatannya dengan Orion. Padahal, di depan Orion tadi, Nao tampak tidak merasa keberatan meskipun memergoki suaminya memeluk perempua lain. Apa sebelumnya Nao tidak cukup berani untuk sekadar buka suara? "Saya bukan mau menyudutkan kamu dengan bicara berdua di sini, apalagi kondisinya kamu sedang sakit. Saya hanya mencoba mengajak kamu bicara sebagai sesama perempuan. Saya juga ingin tahu bagaimana kamu menilai permasalahan ini dari sudut pandang kamu." Wajah Yena semakin memias mendengar apa yang Nao katakan. Terlebih, ia mulai mengerti ke mana arah pembicaraan perempuan yang terpaut beberapa tahun lebih tua darinya itu. Nao yang sebelumnya sibuk menyiapkan air minum juga obat, langsung mendekat.

