Orion memasuki kamar dengan langkah mengendap-endap. Selarut ini sang istri pasti sudah tidur, dan Orion sama sekali tidak berniat mengganggu. Benar saja, Nao sudah berbaring nyaman dengan posisi menyamping membelakangi pintu. Laki-laki itu berjalan mendekat, kemudian berbaring di sebelah sang istri. Mata Nao sedikit sembap, sepertinya habis menangis. Dengan sebuah novel yang tertindih tubuh mungilnya, Orion yakin kalau Nao menangis karena membaca novel tersebut. Perlahan, Orion mengambil novel itu. Surga Yang Tak Dirindukan, karya Asma Nadia. Begitu yang tertulis. Keningnya mengernyit ketika membaca halaman demi halaman dalam novel. Tentu saja Orion keheranan karena semenjak menikah, Nao enggan membaca buku, novel, atau apa pun yang berbau poligami. Bukan karena buruk, tapi Nao gampang

