"Mau kemana, Si?" tanya Hasan sore itu saat melihat putri semata wayangnya tengah berjalan menuju pagar rumahnya sembari membawa sebuah map di tangannya. Sisi menoleh pada ayahnya. "Mau fotocopy, Yah." "Kok nggak dari tadi sih?" Sisi mendesah lirih. "Sisi lupa, Yah. Baru inget kalau besok anak-anak ulangan." "Tapi kan ini udah mau magrib, Si. Besok aja kan bisa. Bukannya di depan sekolah kamu ada tempat fotocopy?" "Kalo besok takutnya Sisi lupa lagi, Yah. Lagian kan belum tentu fotocopy di depan sekolah buka. Kalo nggak buka, anak-anak nggak jadi ulangan dong? Kan kasian mereka udah belajar tapi ngga jadi ulangan." Hasan menggeleng pelan. Putrinya itu memang pelupa sekali. Juga ceroboh. Tapi dia mempunyai sifat yang lembut juga penyayang. "Ya sudah. Kamu tunggu bentar! B

