47. Pintu Petaka

2217 Kata

“Kamu belum jawab pertanyaan saya, darimana tadi?” Hal pertama yang Rizal tanyakan begitu mereka sudah berada di dalam mobil masih tetap hal yang sama, dan mendengar itu membuat Miura mendengus sambil melempar pandangannya keluar jendela mobil. “Mi, saya tanya. Kamu kemana?” “Ketemu Papa. Aku coba nemuin Papa hari ini, oke? Udah puas? Apa sekarang aku udah bisa turun dan Mas bisa berhenti ganggu aku?” Miura sudah berancang-ancang turun ketika Rizal justru melajukan mobilnya, dengan kata lain melarang gadis itu untuk pergi darinya. “Pasang sabuk pengaman kamu.” Tatapan Rizal yang lurus ke depan dan tidak peduli apa yang dikatakan Miura benar-benar membuat Miura kehabisan kata-kata. Miura tidak tahu sampai kapan dirinya harus diam dan mengikuti arahan pria ini. Miura tidak ingin perasaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN