Chapter 14

1742 Kata

“Ning, gimana, udah isi belum?” Husna menatap kakak iparnya dengan sedikit melamun. Isi? Hamil, maksudnya? Tanpa sadar, Husna memegang perut ratanya, lalu menggeleng pelan. “Bahkan sekarang Una lagi haid, Mbak.” Zia yang mendengar jawaban Husna seketika tak enak hati. “Gak papa, mungkin kalian memang harus pacaran dulu lebih lama. Hehehe.” Husna ikut tersenyum, tetapi kepalanya masih memikirkan tentang pertanyaan Zia barusan. Hamil? Awalnya dia belum kepikiran soal kehamilan, tetapi saat kakak iparnya menyinggungnya, entah kenapa ada rasa penasaran yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam dadanya. Apalagi dia adalah tipe orang yang sangat suka dengan anak-anak. Seketika, pikirannya mulai berkelana. Jika nanti dia punya anak, wajahnya akan seperti siapa, ya? Seperti suaminya, ‘kah? Ata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN