Chapter 41

1194 Kata

Rifan melambaikan tangannya sekali lagi ke arah sang istri, sebelum akhirnya dia benar-benar masuk ke dalam lift. Setelah kotak persegi itu tertutup rapat, dia membuang napasnya begitu panjang seakan mengeluarkan semua beban berat yang sejak tadi dia tahan sekuat tenaga. Tangannya mengusap seluruh wajahnya. Terlihat jika dirinya memang sedikit kewalahan menghadapi masalah yang saat ini tengah dia hadapi. Masih terbayang wajah sendu Husna bahkan tangisan wanita itu begitu menyayat jiwanya berkeping-keping, saat dirinya mencoba untuk berterus terang. Sungguh, dia tidak tega. Oleh sebab itu, dia akhirnya memilih untuk kembali tidak berterus terang secara keseluruhan, dan menyembunyikan fakta lain yang mungkin saja tidak bisa ditolerir oleh wanita halalnya, mengingat bagaimana rasa cemburu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN