12

1048 Kata

Rifan beberapa kali berdeham, guna menghilangkan rasa gugupnya. Menghirup udara sedalam mungkin sebelum akhirnya dia kembali mencoba mengulurkan tangannya pada Husna. Dengan perlahan tangan Husna terangkat dan menyambut uluran tangan Rifan. Dan beruntung, kali ini mereka tidak kembali menghindar. Lebih tepatnya, Rifan yang langsung menggenggamnya. Bahkan saat kedua kulit itu bertemu, seperti ada sengatan listrik yang mengejutkan keduanya. Namun, lambat tapi pasti, ada rasa hangat yang menyelusup ke dalam hati juga jiwa mereka. Husna membawa tangan suaminya ke depan wajah dan berniat mengecupnya takzim, bersamaan dengan itu, Rifan mendekatkan bibirnya tepat pada kening sang istri dan melafalkan beberapa do’a untuk perempuan itu. Tubuh Husna langsung kaku dan membeku, posisinya masih me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN