Chapter 34

1820 Kata

“Baik-baik sama suami, jangan cemburu buta teruuuss! Percaya sama Mas, suami kamu tuh cinta mati sama kamu,” nasehat Fahmi yang tentu saja diselingi dengan keusilan lelaki itu. Seminggu di Paris, membuat dirinya benar-benar menyaksikan bagaimana sifat sang adik yang ternyata begitu cemburuan. Ditambah dirinya yang sering menjadi provokator, membuat Rifan tak jarang kewalahan. Pada dasarnya, Husna memang selalu sensitif jika menyangkut kakaknya yang satu ini. Bawaannya itu selalu gampang tersulut kesal, seperti sekarang. Husna mendengus seraya memutar bola matanya, tetapi seketika matanya ditutup oleh sang suami yang menandakan jika perbuatannya itu tidak dibolehkan lelaki itu. “Abaikan saja dia, Sayang,” bisik Rifan. Bibirnya berbisik, sedangkan matanya menatap sang kakak ipar penuh pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN