Keduanya bak telah menahan rindu b******u begitu lama. Clay langsung menyambut lumatan bibir Naresh dengan semangat, setelah dia naik dan menjalin kakinya di pinggang kokoh dan ramping Naresh. Clay tampak sudah piawai berciuman, mengimbangi hisapan dan gigitan dari mulut dan gigi Naresh, berebut menjilat, menggigit, menghisap, saling tak mau memberi kesempatan menarik napas. Sesak, mereka saling tatap dan terengah-engah. "Sekarang?" Clay bertanya dengan tatapan genitnya. Sepertinya Clay yang kini memiliki hasrat menggebu, dan Naresh yang masih menahan. "Nggak." "Naresh. Kamu bikin aku penasaran, aku ingin merasakannya sekarang." Naresh tatap wajah istrinya yang memerah sayu. "Nggak. Aku nggak mau kamu perih dan jalan terseok-seok. Masih banyak tamu dan ramai di sekitar. Aku ingin

