Trisna pura-pura memasang postur tubuh tegap di depan komputernya saat Clay ke luar dari kantor hendak ke ruang kerja Naresh. "Apa perlu aku kasih pengumuman bahwa kamu dan Pak Naresh tidak boleh diganggu dalam waktu yang tidak bisa ditentukan?" Bibir Trisna mencebik dan matanya melirik sinis ke Clay yang terlihat buru-buru melangkah menuju ruang kerja Naresh. Clay membalikkan tubuhnya ke Trisna. Dia melotot tajam, dan Trisna tetap dengan sikap sinisnya. "Aha. Baiklah. Jangan khawatir. Aku sekretaris merangkap satpam sekarang. Sana!" usir Trisna dan senyumnya berubah tawa ceria. "Ibu ih." "Cerita. Awas loh." Clay tersenyum simpul dan dia melangkah menuju kantor Naresh dengan penuh semangat. *** Naresh ternyata sedang menerima telepon dari seseorang lewat telepon kantornya. Naresh

