Meski susah tidur semalaman, Clay tetap bangun di awal pagi. Dia merasa cukup segar meskipun tidur agak larut, karena tidurnya nyenyak. Setelah sejenak memikirkan kejadian semalam, Clay dengan pasrah bercampur semangat tetap melakukan aktifitasnya seperti hari-hari biasa, sampai dia sudah siap dengan segala sesuatunya menuju kantor. Setelah sarapan pagi dan menyambut peluk cium adik-adiknya yang sudah siap-siap berangkat sekolah, giliran Clay yang siap-siap pergi kerja. Dia tampaknya tidak begitu memikirkan apa pendapat papanya mengenai Naresh. Apapun, dia akan menghadapi masalahnya dengan tenang. "Clay?" Papanya mencegah langkahnya saat berada di pintu depan. "Papa...." Clay berbalik dan duduk setelah papanya menyuruhnya duduk. Dia pun duduk di samping Clay. "Kamu lagi dekat dengan b

