Suasana tidak terlalu sibuk dan ramai di area perkemahan karena bukan akhir pekan. Naresh ternyata memilih membawa perlengkapan kemah sendiri, akan tetapi ada beberapa perlengkapan lain yang dia sewa dari tempat perkemahan. Clay terkagum-kagum melihat Naresh yang sangat cekatan membuka tenda dan memasangnya, lebih lihai dari pada petugas yang juga ikut membantunya. Yang mengejutkan, Naresh ternyata juga pandai berbahasa Sunda dan sangat akrab dengan petugas, karena Naresh sudah beberapa kali camping di sana. Clay menertawai dirinya yang berdarah Sunda tapi tidak bisa dan paham bahasa Sunda, dan Naresh sama sekali tidak berdarah Sunda tapi bisa dengan lancar berbahasa Sunda. Naresh saat itu tidak mau Clay membantu memasang tenda, dia biarkan Clay menikmati indah pemandangan sekitar kemah

