Clay yang Tenang

1102 Kata

Bunga permintaan maaf sampai juga ke meja Naresh di sore harinya, saat Clay dan Trisna sudah pulang lebih awal. Mulanya Naresh ingin buket bunga itu dia simpan di atas meja kerjanya saja, dan besok dia akan menyuruh Trisna meletakkannya di atas meja kantor Clay. Tapi kemudian dia berubah pikiran, membawanya pulang ke apartemen. Setidaknya dia bisa menunjukkan dan meyakinkan mamanya bahwa dia sungguh-sungguh meminta maaf kepada Clay, dan pasti mamanya tidak lagi meragukannya. "Bagus bunganya, Resh." Naresh mengangguk. Senang melihat wajah cerah mamanya kala menyambutnya pulang ke apartemen. "Sore baru sampe, Ma. Jadi aku nggak sempat memberikannya ke Clay. Dia keburu sudah ditunggu Bilal di depan kantor." Ola terdiam dan wajahnya sedikit berubah. "Oh. Dia pulang sama Bilal?" Ola tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN