“Rin, kamu marah sama aku?” tanya Hiro dengan suara lembut. Naurin menggelengkan kepalanya pelan. “Awalnya memang aku yang mendukung Dira agar bisa membuat kamu jatuh hati padanya. Tetapi ternyata melihat kamu bersama dengan dia membuat hatiku merasa tidak nyaman.” Naurin mulai menjelaskan apa yang sedang dirasakannya pada Hiro. Itu adalah perbincangan terakhir Hiro dengan Naurin. Karena sejak saat itu Naurin tak pernah muncul lagi dihadapan Hiro. Benar-benar seperti ditelan bumi. Atau Naurin sudah kembali ke langit? Ke tempat seharusnya dia berada? Padahal hari ini adalah hari yang akan menentukan masa depan Hiro. Hari ini Hiro akan menjalani sidang skripsi untuk menentukan kelulusannya. Untuk mendapatkan predikat sarjana. Predikat yang dia kejar untuk kebahagiaan Naurin. Seharusnya Na

