“Kamu egois kalau begitu Rin!” seru Dirga. “Apa kamu tega ngebiarin Hiro jalani hidup dia kayak orang gila?” lanjutnya. “Hiro gak gila, aku dan Hiro hanya saling membutuhkan. Aku mencintai Hiro, begitu juga dengan Hiro.” “Kalian boleh menganggap gue gila atau gak waras, tetapi yang gue tahu gue itu masih waras, dan gue butuh Naurin di hidup gue.” Ucap Hiro lantang. “Putra, tolong bantu Hiro. Buat dia kembali seperti dulu lagi.” Ibu Lidya memohon pada Putra. Kemudian Ibu Lidya menoleh pada Dirga. Dilepaskan genggaman tangannya pada Putra lalu merain tangan kanan Dirga. “Dirga, kamu mau kan ikut membantu saya? Saya tahu kamu pasti bisa menolong Hiro.” *** Dirga dan Putra kembali ke rumah mereka masing-masing. Motor yang dikendarai Dirga sudah sampai di depan rumahnya. Dirga memark

