“Aku suka kamu, Ra!” Seketika Dira terdiam mendengar ungkapan perasaan Satya. Kegiatan makannya langsung terhenti seketika. Dira melirikan matanya melihat Satya. Raut wajah Satya menatapnya penuh harap. “Udah lama aku nyimpen perasaan sama kamu, Ra! Aku tahu kamu lagi patah hati sama Hiro, tetapi perasaan aku buat kamu ini gak main-main, Ra! Walau pun hanya jadi pelarian kamu, itu gak masalah buat aku asal kamu bisa ceria lagi seperti sebelumnya!” Lanjut Satya. Kedua mata Dira tak berkedip mendengar hal tersebut dari mulut lelaki yang duduk di hadapannya. Dira memang patah hati pada Hiro. Tetapi bukan berarti dengan mudah Dira menjadikan Satya sebagai pelariannya. *** Semakin hari Satya dan Dira menjadi semakin dekat setelah Satya menyatakan perasaannya pada Dira. Dira memang be

