“Aku dan Hiro pernah berjanji.” Naurin mulai membuka suaranya. “Janji saat kita berdua masih kecil. Janji yang masih membuatku tetap berada disini menemani Hiro.” Lanjut Naurin. “Janji? Janji apa Kak?” tanya Dira penasaran. “Aku dan Hiro sama-sama pernah berjanji akan terus bersama sampai kapanpun, bahkan jika usia kami sudah habis maka kami akan tetap bersama.” “Aku hanya akan bahagia dengan Hiro. Begitu juga dengan Hiro yang hanya akan merasa bahagia denganku!” Naurin bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Dira. Sosoknya lenyap begitu saja seperti debu yang tertiup angin. *** “Sat, lu lagi nyariin siapa sih celingukan gitu?” tanya Robi. Mereka berdua sedang menunggu ketiga teman mereka lainnya di gerbang kampus. “Hah? Gue? Hmm gue gak nyari siapa-siapa sih!” elak

