“Hiro, aku mau kamu jadi milikku sepenuhnya.” Ucap Naurin berbisik. “Aku selalu jadi milik kamu, Rin!” balas Hiro. “Aku gak mau kamu dimiliki oleh wanita lain selain aku. Walau Dira sekalipun.” Lanjut Naurin. Hiro memegang kedua lengan Naurin lalu sedikit membungkukan tubuhnya, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Naurin. “Rin, maafin aku kalau sempat buat kamu kecewa. Tapi sekarang kamu harus yakin sama aku kalau aku akan selalu jadi milik kamu. Hiro hanya milik Naurin seorang.” *** Hari hampir menjelang siang. Dira masih terduduk lesu di dalam kamarnya. Dia masih memikirkan tentang kenyataan jika Naurin sebenarnya sudah tiada. Dirga membuka pintu kamar Dira dan melihat adiknya yang sedang melamun. Sepertinya Dira sangat tenggelam dalam lamunannya sehingga dirinya sama sekali

