Chapter 40 : Dua Kesalahan

1854 Kata

     Damian melonggarkan pelukan.  Lalu menatap Kinan dengan hangat. Ada linangan di dalam matanya yang sekuat tenaga ia tahan. Namun, dia berusaha  mengembangkan senyum untuk pertama kalinya pada Kinan. Senyum tulus tanpa dibuat-buat. Senyum yang membuat Kinan merasakan sebuah perasaan yang lama sekali tidak ia dapatkan dari sosok laki-laki. Senyuman yang mampu menggetarkan hatinya begitu heba.     “Boleh aku memelukmu sekali lagi?” tanya Damian dengan suara parau. Andai saja ini bukan tempat umum, mungkin air di mata Damian sudah menganak sungai. Ia akan menangis sejadi-jadinya seperti apa yang Kinan bilang, bahwa tak masalah ketika seorang laki-laki menangis. Karena menangis bukan sebagai pertanda kaum laki-laki lemah. Justru lewat air matalah ketulusan ikut meruah di dalamnya. Kinan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN