“Bagaimana bisa Anda ada di sini?” tanya Kinan heran. Padahal Kinan semalam sudah mengirim pesan pada Damian, bahwa model untuk pengantin pria sudah disanggupi kembali Diandra. “Aku yang menyuruhnya datang!” jawab Tasya yang berdiri di samping Kinan. Mendekatkan bibirnya ke telinga Kinan. Setengah berbisik. Kinan kemudian menyeret tangan Tasya ke belakang gazebo. Meninggalkan Damian yang dengan santainya melambaikan tangan tanda tak usah sungkan, saat beberapa tim berterima kasih atas pemberian kopinya. “Sya, kamu tuh apa-apaan pakai acara nyuruh Pak Damian ke sini segala?” tanya Kinan dengan suara yang diatur sedemikian mungkin agar tak ada yang mendengar. Terutama Damian. “Loh, memang kenapa?” “Kamu tahu akan seberapa merepotkannya dia?” “Repot apanya, sih? Dia justru membantu

