Suasana rumah Ibu hening. Membuat siang itu hanya semilir angin berembus yang menerobos pintu dan jendela-jendela yang terbuka. Tirai putih penutup jendela melambai tertiup angin. Rambut panjang Kinan yang terurai ikut bergoyang. Melambai-lambai mengenai pipi Damian yang kini terlentang di atas kursi dengan Kinan jatuh di atasnya secara tidak sengaja. Mata mereka saling tatap dengan terang-terangan. Ada debar yang sulit dijelaskan di antara keduanya. Damian berusaha mengendalikan ritme napasnya yang akan terdengar aneh jika tak ia tahan sekuat mungkin. Sedang Kinan pun masih membeku. Dia malah terlihat seperti menikmati momen tersebut. Menikmati ketika matanya bisa menatap wajah Damian dengan sangat dekat. Menelusuri mata Damian yang seperti elang. Tangan Kinan yang berada di a

