Vance POV Sore hari yang menyenangkan, waktu yang sangat tepat untuk menjadi ayah yang baik, mengajari putraku yang cebol itu cara menjadi seorang laki-laki yang kuat. "Bangun, Juvenal! Kemari, lari dan berusaha lebih keras!" perintahku kala cebol bermuka datar itu terjatuh di pasir dan malah berbaring di sana, bukannya kembali berlari ke arahku. Ia berjongkok, mencoba berdiri dengan kaki gemetaran. "Yay!" sahut si cebol, mengangkat tangan dengan ekspresi wajah malas yang tak sesuai. Apa dia sungguh anakku? Dari mana datangnya ekspresi wajah membosankan itu? Terlalu datar dan kurang bervariasi. "JAWABLAH LEBIH KERAS! LEBIH BERSEMANGAT CEBOL! LARI SEPULUH KILOMETER SAJA TAK SANGGU-UWAA!!" BYUUR!! Oh tidak, sejak kapan cebol satunya datang? Menendangku hingga tercebur ke laut tanpa ra

