KENDALI SIAPA?

233 Kata
BAB 50 – KENDALI SIAPA? Suasana di antara mereka begitu intens, seolah-olah udara dipenuhi ketegangan yang tak terlihat. Marco dan Lovania masih saling menatap—dua sosok dengan d******i yang seimbang, masing-masing enggan menyerah. Marco mengetuk ujung jarinya di atas meja, matanya mengamati setiap ekspresi kecil di wajah Lovania. Wanita itu terlalu tenang, terlalu percaya diri—dan itu hanya membuat Marco semakin ingin menantangnya. Marco: (Dengan suara rendah, nyaris seperti bisikan.) "Kau benar-benar tidak takut padaku, ya?" Lovania tersenyum tipis, menyilangkan kakinya dengan anggun. Lovania: (Santai, tetapi menusuk.) "Haruskah aku takut?" Marco tersenyum samar—senyum seorang pria yang jarang mendengar jawaban seperti itu. Marco: (Mencondongkan tubuh sedikit ke depan.) "Kebanyakan orang sudah akan mencari jalan keluar saat ini." Lovania: (Dengan nada ringan, tetapi penuh makna.) "Sayangnya, aku bukan kebanyakan orang, Marco." Marco terkekeh pelan. Pria itu tidak bisa menyangkal bahwa Lovania berbeda. Berani, dingin, dan tetap mempertahankan auranya yang elegan. Dan itu semakin membuatnya ingin menjatuhkan benteng wanita itu—mengetahui apa yang tersembunyi di balik sikapnya yang misterius. Marco: (Dengan suara dalam, penuh tantangan.) "Kalau begitu, mari kita lihat berapa lama kau bisa bertahan di sisiku, Miss Valley." Lovania tidak mengalihkan tatapannya sedikit pun. Lovania: (Dengan nada lembut, tetapi menusuk.) "Atau mungkin, Marco… kita lihat siapa yang lebih dulu menyerah." Marco menatapnya lebih dalam. Permainan ini masih panjang. Dan tidak ada di antara mereka yang ingin kehilangan kendali lebih dulu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN