BAB 114 – THE EDGE OF CONTROL THE MORNING AFTER CHAOS Burj Al Arab, 7:15 AM Matahari pagi menyapu langit Dubai dengan semburat emas dan biru. Di dalam penthouse eksklusif, tirai sutra berwarna gading sedikit bergerak tertiup angin dari balkon terbuka. Lovania bangun lebih dulu. Tubuhnya masih terasa hangat karena sentuhan Marco yang semalam runtuh di sisinya. Di sisi lain ranjang, Marco masih tertidur. Wajahnya terlihat lebih tenang, tetapi jejak kelelahan masih membekas. Untuk pertama kalinya, dia tidak memakai topengnya. Lovania mendudukkan diri, menyandarkan punggung ke headboard ranjang, lalu menatap pria itu. Ketika seorang raja jatuh, hanya sedikit yang bisa menyaksikan kejatuhannya. Tapi dia telah melihat semuanya tadi malam. Bekas luka, keheningan, dan air mata. Ketuka

