BAB 110 – THE GAME CHANGER THE SECRET ROOM – BURJ AL ARAB – 12:07 AM Ruangan itu berisi lebih dari sekadar layar dan peta pelarian. Di balik tirai beludru gelap, ada dinding kaca satu arah yang menghadap langsung ke ballroom. Dari sini, mereka bisa melihat tanpa terlihat. Marco tidak bergerak. Matanya tetap terkunci pada layar di hadapannya. Di rekaman itu, Nikolai Sidorov—seorang pria yang seharusnya sudah mati bertahun-tahun lalu—menatap langsung ke kamera. Sebuah senyum tipis menghiasi wajahnya. "He's alive," Lovania berbisik, suaranya hampir tidak terdengar. Marco tidak bereaksi. Tapi gemuruh badai di matanya berbicara lebih banyak daripada kata-kata. Sebastian memecah keheningan lebih dulu. "So... do we kill him now, or do we wait for him to make the first move?" Marco ter

