BAB 92 – THE MASKED CONSPIRACY Burj Al Arab, Dubai – The Secret Room Udara di dalam ruangan itu terasa lebih berat dibanding ballroom di luar. Cahaya keemasan dari chandelier megah hanya menyoroti beberapa wajah, menciptakan bayangan yang bergerak di dinding seperti hantu masa lalu yang menyaksikan persekongkolan yang akan terjadi. Di sini, kata-kata memiliki harga. Kesalahan sekecil apapun bisa berarti kehancuran. Di tengah ruangan, Marco Maxdev duduk dengan tenang, jari-jarinya mengetuk pelan gelas anggur di tangannya, menciptakan ritme pelan yang seolah mengontrol atmosfer. Ia tampak santai, tetapi matanya menyapu setiap sosok di ruangan dengan presisi seorang predator. Di sisinya, Lovania Celeste Valley duduk anggun, mengenakan gaun hitam dari Dior dengan detail renda yang menonjol

