BAB 94 – THE UNWRITTEN LAW Penthouse Suite – Burj Al Arab Pemandangan Dubai yang bermandikan cahaya malam terlihat sempurna dari jendela luas penthouse suite. Burj Khalifa berdiri menjulang di kejauhan, seperti simbol kekuasaan yang tak tergoyahkan. Namun, di dalam ruangan ini, kekuasaan bukan hanya milik kota yang tidak pernah tidur—melainkan milik pria yang berdiri di tengahnya. Marco Maxdev menanggalkan jas hitamnya, menggantungnya dengan rapi di kursi kulit Italia yang mewah. Setiap gerakannya adalah presisi, kendali, dan d******i yang tidak membutuhkan suara untuk membuatnya terasa. Lovania memperhatikan sosoknya, bagaimana bahunya sedikit menegang, bagaimana tarikan napasnya nyaris tidak terdengar, bagaimana pikirannya sedang bekerja seperti mesin perang yang diam-diam mengatur s

