BAB 85 – WHISPERS IN THE MASKED NIGHT Musik klasik mengalun lembut di antara gemerlap lampu kristal yang menghiasi ballroom. Di tengah suasana elegan, para tamu berpakaian mewah berbincang dengan nada rendah, seolah-olah setiap percakapan adalah rahasia yang tak boleh jatuh ke telinga yang salah. Lovania melirik Marco sekilas. Meski wajahnya tersembunyi di balik topeng, ia bisa merasakan intensitas pria itu. Seakan kehadiran Marco lebih mendominasi daripada lampu gantung mewah yang berkilauan di atas kepala mereka. Marco mengambil dua gelas sampanye dari seorang pelayan yang lewat, lalu menyerahkan satu kepada Lovania. “Kau datang dengan bodyguard? Sejak kapan kau peduli akan keamanan?” Lovania menerima gelas itu dengan gerakan anggun, ujung jarinya menyentuh permukaan kaca dingin. “Se

