BAB 100 – THE RETURN OF A GHOST DUBAI – MASQUERADE BALL AT BURJ AL ARAB Langit-langit ballroom yang megah kini menampilkan wajah yang seharusnya sudah lama terkubur dalam sejarah. Wajah pria itu terlihat jelas di layar raksasa. Gaetano Moretti. Bukan rekaman. Bukan manipulasi visual. Tapi nyata. Orkestra berhenti bermain. Percakapan sosialite yang tadi diiringi tawa ringan berubah menjadi keheningan yang menegangkan. Lovania mengeras. Tubuhnya tetap diam, tetapi jantungnya berdetak lebih cepat dari yang seharusnya. Di sebelahnya, Marco masih memegang gelas anggurnya dengan tenang, seolah hal ini tidak lebih dari kejutan kecil di sebuah pesta. Tetapi Lovania tidak terkecoh. Ketegangan yang tak terlihat muncul dari cara Marco mengatur napasnya. Dia tahu sesuatu. Atau setidakn

