BAB 53 – KEHANGATAN DALAM BAHAYA
Kapal pesiar pribadi Marco membelah laut malam dengan anggun. Gelombang berbisik di bawah cahaya bulan, sementara di dek utama, dua sosok berdiri dalam diam, saling mengamati dengan tatapan penuh teka-teki.
Marco menyalakan cerutunya, lalu menatap Lovania yang berdiri di dekat pagar kaca, gaun hitamnya berkibar tertiup angin laut.
Marco: (Dengan suara rendah, hampir seperti desiran malam.)
"Apakah kau selalu seanggun ini, Miss Valley, bahkan saat berada di tengah lautan?"
Lovania berbalik perlahan, menatap Marco dengan mata tenang tetapi penuh misteri.
Lovania: (Dengan nada lembut, tetapi menusuk.)
"Dan apakah kau selalu sepercaya diri ini, Tuan Maxdev?"
Marco tersenyum samar, meniupkan asap cerutunya sebelum berjalan mendekat.
Marco: (Dengan suara yang lebih dalam.)
"Percaya diri bukan pilihan, sayang. Itu kebutuhan."
Lovania tersenyum kecil, menyesap segelas wine merah yang ada di tangannya.
Lovania: (Santai, tetapi provokatif.)
"Lalu, apakah kau percaya diri bahwa aku akan jatuh ke dalam permainanmu?"
Marco terkekeh pelan. Dia mendekat, begitu dekat hingga aroma cologne mahalnya bercampur dengan angin laut.
Marco: (Berbisik di dekat telinganya.)
"Aku hanya percaya satu hal, Lovania…"
Lovania menoleh, menatapnya tanpa gentar.
Lovania: (Lembut, tetapi tajam.)
"Dan itu?"
Marco menyentuh dagunya dengan satu jari, mengangkatnya sedikit.
Marco: (Dengan suara dalam, menggoda.)
"Bahwa cepat atau lambat, kau akan menginginkanku lebih dari yang kau sadari."
Lovania menahan napas sesaat, tetapi dengan cepat mengendalikan dirinya. Dia menarik diri dengan anggun, lalu berbalik menuju kabin, meninggalkan Marco dengan senyuman samar di wajahnya.
Dia tahu—permainan ini belum berakhir.
Bahkan, baru saja dimulai.