BAB 83 – PERTEMUAN SELANJUTNYA Kehadiran mereka di ruang tersebut tak hanya tentang percakapan dan intrik. Di luar, angin malam bertiup lembut, menambah kesan elegan yang semakin tebal di dalam ruangan. Suasana yang begitu intim, namun penuh dengan lapisan-lapisan misteri yang terpendam. Setiap kata yang terucap seakan mengandung makna yang lebih dalam, lebih tajam, dan lebih menggoda. Marco Maxdev masih berdiri di samping jendela besar, memandangi pemandangan kota yang gemerlap di luar. Bayangannya tercermin dalam kaca, seperti sebuah cermin yang memantulkan ketegangan yang dia rasakan, meski wajahnya tetap tenang dan terkontrol. Anggur yang sisa sedikit di gelasnya, membiarkan aroma red wine berkelas itu menyatu dengan udara malam yang sejuk. Lovania Celeste Valley, yang berdiri sedik

