BAB 73 – PERMAINAN PSIKOLOGI Angin malam di lautan terasa segar, membungkus tubuh Marco Maxdev dengan kesejukan yang mengingatkan pada tantangan yang baru saja dilemparkan kepadanya. Dengan satu gerakan halus, ia menuangkan whiskey ke dalam gelas kristalnya, membiarkan cairan amber berputar sebelum menyentuh bibirnya. Di sudut lain kota, Lovania Celeste Valley duduk di lounge pribadinya, jari-jarinya yang ramping membelai tepi gelas wine berlapis emas. Di hadapannya, layar ponsel masih menampilkan panggilan yang baru saja berakhir. Ia menyandarkan punggungnya, membiarkan punggung kursi kulit mewah menopang tubuhnya yang jenjang. Permainan ini baru dimulai. Sebuah pesan masuk, mengganggu keheningan yang penuh ketegangan itu. Kali ini, bukan dari Marco. — "Jangan terlalu asyik bermain a

