Penyesalan yang Tampak

1371 Kata

Mobil Rowan meluncur pelan meninggalkan parkiran apartemen, seperti ragu apakah ia sedang menuju pesta atau jebakan. Cahyati duduk di kursi penumpang, sibuk merapikan rambutnya yang dikepang dua. Kemeja oversized warna krem menutupi tubuhnya sampai nyaris tenggelam. Kacamata berbingkai tebal bertengger di hidung, ditambah masker putih yang menutup separuh wajahnya. Rowan melirik sekilas, lalu menyeringai. “Lo kelihatan kayak siswi paling culun seangkatan.” Cahyati mendengus. “Biarin. Yang penting muka gue aman.” Rowan terkekeh kecil. “Padahal kalau semua itu dilepas, bisa bikin satu ballroom hening.” “Iya, syok karena dikira hantu Celine gentayangan,” sahut Cahyati. “Makanya ditutup.” Mobil berhenti sebentar di lampu merah. Rowan menoleh lebih lama kali ini. “Gue masih nggak nyangka l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN