Malam di apartemen sudah beranjak larut, tapi layar laptop Cahyati menolak mati. Jarinya berhenti di kolom pencarian, lalu mengetik ulang nama itu, lengkap, tanpa salah eja. "Ferdy Zahir Lukmana" Enter. Hasilnya tetap sama. Nol. Tidak ada berita lama, wawancara, atau jejak sosial. Seolah nama itu tidak pernah hidup, setidaknya di internet. Padahal perusahaannya muncul rapi, lengkap dengan profil korporat dan penghargaan industri. Terlalu bersih. Tidak wajar. Cahyati menghela napas, lalu menekan tombol panggil di ponselnya. Di seberang panggilan, Rowan menyapa. “Ada apa Ca?” “Wan, lo curiga nggak sih sama Pak Ferdy?” Cahyati langsung ke inti. “Gue cari namanya beberapa hari ini di internet kok nihil. Infonya kayak… dilenyapkan.” Rowan tertawa kecil. “Gue nggak heran. Dia kan punya p

