Figur yang Salah

1509 Kata

Laptop itu tergeletak manis di meja Cahyati, tampak mulus, bersih, dan sayangnya, mati total. Ia sudah menekan tombol power berkali-kali, memiringkan layar, bahkan sempat menatapnya dengan ekspresi penuh harap dan mulut komat-kamit, berdoa sekaligus membujuk, seolah perangkat elektronik bisa tersentuh oleh sugesti. Tidak ada reaksi. “Bagus!” gumamnya. “Barang bukti yang paling gue harapkan, malah rusak.” Ia menelepon Rowan. “Wan, laptop Celine nggak bisa nih,” katanya datar. Di seberang, Rowan terdiam sejenak, lalu pecah tawanya. Tawa orang yang merasa benar sejak awal. “Dari segitu banyak laptop, kenapa lo ambil yang rusak? Rasain!” katanya, masih terkekeh. “Jangan songong. Secara visual, ini paling mulus,” Cahyati membela diri. “Mana gue tahu isinya mati suri.” “Ya kalo isinya onc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN