12

1313 Kata

Fajar perlahan memudarkan sentuhan malam. Cahaya oranye mulai merekah dan menyeruak melalui sela-sela gorden yang menutupi jendela. Sepanjang malam aku terjaga karena setiap kali terlelap masa lalu selalu menyusup seperti kisah Mimpi Buruk di Musim Panas. Pada akhirnya aku hanya berbaring, menatap langit-langit, dan berharap hantu Juliet menuntut balas. Seperti hantu yang ditulis oleh Dickens. Rantai dingin berdentang di sepanjang lantai, wajah pucat menahan sakit, dan tubuh transparan melayang-layang mengelilingiku. Saat pelayan mengetuk pintu, memohon izin masuk, aku pun menyahut dan membiarkan mereka melakukan tugas. Mereka membawa baskom berisi air hangat yang dicampur kelopak mawar dan handuk. Setelah membersihkan diri, pelayan membantuku berganti baju. Dengan telaten mereka menyisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN